Sebelum melakukan training dianjurkan
untuk membaca buku 60 menit terapi sholat bahagia yang ditulis Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Training ini sebenarnya dilakukan selama dua hari
berturut-turut jika memang belum membaca buku yang dianjurkan tersebut. Sebelum
membahas tentang training terapi sholat bahagia saya akan sedikit menjelaskan
tentang sang pembicara yaitu Prof Ali Aziz, beliau telah melakukan terapi
sholat bahagia di banyak tempat, bukan hanya di Indonesia tetapi di luar
Indonesia pula. Beliau menceritakan ketika di Bangladesh training dilakukan
selama seminggu karena sehari hanya ruku’ sehari sujud hingga seminggu persis
selesai, sehingga hasilnya pun luar biasa. Banyak sekali orang-orang penting
yang telah ikut bergabung dan mereka mendalami training ini sehingga
mendapatkan hasil yang memuaskan. Prof Ali Aziz adalah guru besar di Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Beliau lahir di Lamongan pada tanggal 9 Juni
1957. Beliau telah berdakwah diberbagai negara di Asia maupun Eropa.
Didalam terapi sholat bahagia ini kita diajarkan bahwa
semua masalah itu bisa diatasi dengan sholat. Seberat apapun masalah itu pasti
ada jalan keluarnya. Kita pasti perna mendengar petikan ayat Al-Quran surat
Al-Baqarah ayat 286 yang artinya Allah tidak memberi cobaan kepada hambanya
diluar batas kemampuannya. Dari sini kita semua diajarkan bagaimana shalat yang
baik dan mendapatkan manfaat dari sholat tersebut.
Maksud dari kata pendalaman adalah kita telah membaca
buku yang disebutkan tadi kemudian kita dalami atau dipraktekkan. Arti dari
terapi adalah cara sholat secara detail, jadi setelah membaca maka kita lebih
mendalami bagaimana sholat secara detail itu. Kemudian sholat secara T2Q ( Tumakninah, tawakkal dan qana’ah) sehingga menghasilkan
kebahagiaan. Didalam adzan terdapat bacaan حَيَّ عَلَى
الصَّلاَةِ dan حَيَّ عَلَى
الْفَلاَحِ artinya adalah mari kita sholat dan mari menuju kemenangan. Bila
diartikan lebih rinci maksudnya adalah mari kita sholat dan mari kita bahagia. Jika
mari menuju kemenangan seolah-olah seperti kita sedang dalam perang sehingga lebih
cocok untuk kata bahagia. Tidak ada agama yang menyuruh kita untuk menjadi baik
kecuali Islam, kita dipanggil untuk melaksanakan sholat sehari 5 kali.
Rencana Allah itu lebih baik dari rencana kita sendiri, meskipun kita
diberi sakit oleh Allah pasti ada sesuatu tersendiri yang Allah tulis untuk
kebaikan kita. Misalkan ketika sakit kemudian kita pergi ke dokter dan
tiba-tiba kita menemukan dompet yang terjatuh di rumah sakit. Setelah menghubungi
orang yang memiliki dompet tersebut kemudian kita diberi uang yang nominalnya
lumayan. Dari sakit itu tadi Allah hanya memberi skenario untuk kita mendapat
rezeki yang tidak diduga-duga.
Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrany “ Barang siapa
tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku maka hendaknya ia segera mencari
tuhan selain aku.” Maksud dari hadits tersebut adalah bahwa kita harus
mensyukuri apa pun yang telah diberi oleh Allah. Meskipun rencana Allah awalnya
membuat kita sedih yakinlah bahwa itu hanyalah skenario untuk kebahagiaan kita
sendiri. Ada pula hadits diriwayatkan oleh Abu Ya’la “ Barang siapa tidak
beriman pada takdir-Ku enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya
lagi” maksud nya adalah barang siapa yang tidak menerima takdir Allah maka
Allah tidak akan menggurusinya lagi. Tidak menerima takdir itu ialah mengeluh,
jadi kita tidak boleh mengeluh terhadap apa yang sudah diberikan oleh Allah. Bentuk
dari mengeluh adalah ekspresi tidak menerima takdir Allah. Kalau sedang ada
masalah janganlah mengeluh tetapi curhatlah kepada Allah. Karena sebaik-baik
tempat curhat adalah Allah. Kita sudah benar jika curhat kepada Allah karena
yang bisa mengatasi semua masalah hanyalah Allah SWT. Percuma jika kita curhat
ke orang lain, mereka juga tidak bisa merubah takdirmu dan belum tentu
masalahmu akan selesai, beda kalau kita curhat kepada Allah. Kita hidup harus
berani menghadapi masalah.
Do’a itu belum tentu dikabulkan langsung bisa saja kita berdo’a
sekarang tetapi dikabulkan tahun depan. Ibarat ketika masih kecil kita minta
sepeda motor kepada ayah kita, pasti ayah tidak mengizinkan karena belum
saatnya kita memiliki sepeda motor dan anak kecil belum boleh untuk
mengendarainya. Seperti halnya doa kita, Allah mengabulkan doa kita 5 tahun
lagi itu karena Allah yang tau kapan waktu yang pas untuk kita menerima
permintaan tersebut.
Setiap orang pasti punya masalah yang besar, semua masalah itu bisa
diselesaikan atau bisa diatasi dengan kita berdo’a dan meminta kepada Allah. Sebesar
apapun masalah yang dihadapi bisa kita ubah dengan cara mengubah mindset
terlebih dahulu. Anggap saja semua masalah itu adalah awal dari kebahagiaan,
ini hanyalah proses saja dan nikmatilah. Masalah hidup itu memang berat tapi
kalau kita punya mindset seperti saya yakin Ya Allah ini masih koma belum
berakhir, saya yakin Ya Allah suatu saat berubah. Jika seperti ini maka akan
ringan dari pada Ya Allah berat sekali Ya Allah. Jadi berlatihlah untuk berfikir
positif dalam segala hal meskipun kita diberi masalah maka berfikir positiflah
bahwa semua akan berakhir indah. Happy saja menghadapi masalah.
Ketika sholat yang kita lakukan adalah berdiri, rukuk, I’tidal,
sujud, duduk dan tasyahud. Di dalam terapi sholat bahagia ada beberapa doa yang
bisa diringkas yaitu subhan, turut, hadir, masjid, aksi dan sosial. Maksudnya adalah
berdiri subhan, rukuk turut, I’tidal hadir, duduk masjid, dan tasyahud sosial. Lebih
rincinya yaitu
1.
Berdiri kata
kuncinya yaitu subhan (Syukur, bimbingan, ketahanan iman) do’anya yaitu “Wahai
Allah aku bersyukur atas semua nikmat-Mu, Bimbinglah aku dan keluarga agar
tetap dijalan yang benar, Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu
agar selamat dari kesesatan murka-Mu.”
Disini kita
dianjurkan untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita
semua, banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan kepada kita tetapi kita
tidak sadar dan hanya memikirkan yang jauh dari kebahagiaan kita. Seperti kita
makan, terkadang manusia tidak sadar diluar sana banyak yang mereka harus
berjuang terlebih dahulu sebelum mendapatkan makanan. Kita yang hidupnya serba
ada malah mensia-siakan itu semua. Itulah bagian dari tidak bersyukurnya kita. Yang
kedua adalah bimbingan, didalam bimbingan ini kita meminta kepada Allah agar
senantiasa tidak melupakan Allah dan selalu pada jalan benar. Terkadang sebagian
orang jika sudah dalam keadaan yang bahagia sering kali lupa kepada Allah. Dari
sini kita dianjurkan agar selalu mengingat Allah, padahal yang memberikan kita
nikmat adalah Allah semata maka seharusnya kita juga kembali berterimah kasih
kepada Allah. Yang ketiga adalah ketahanan iman, susah sekali untuk kita
mempertahankan iman. Syetan ada dimana-mana dan dengan ini kita harus bisa
melawat godaan dari syetan. Kita harus bisa menahan hawa nafsu agar selamat
dari kesesatan.
2.
Rukuk kata
kuncinya yaitu turut (tunduk, menurut) do’anya yaitu “ Wahai Allah aku tunduk
membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup- mati,
sehat- sakit, kaya- miskin, dan semua persoalan kepada-Mu. Aku menurut kepada
semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku. “
Kita sebagai hamba Allah harus senantiasa
tunduk kepada kehendak Allah, seperti yang sudah saya sampaikan tadi bahwa kita
harus menerima segala sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah, Allah pasti
memberi yang terbaik untuk kita semua maka dari itu kita harus patuh dan tunduk
kepada sang ilahi. Kemudian menurut yaitu kita harus nurut apa saja perintah
dari Allah karena kita ini hidup hanya untuk menerima perintah dari Allah. Apa saja
yang dianjurkan maka kerjakanlah dan apa saja yang dilarang maka tinggalkanlah.
3.
I’tidal kata
kuncinya yaitu hadir ( hak pujian, takdir) do’anya yaitu “ hanya engkau yang
berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia. Semua hal
terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Disini kita diajarkan untuk selalu
memuji Allah karena bagaimana pun hanya Allah yang berhak dipuji dan disembah. Semua
ini adalah takdir dari Allah dan skenario yang dibuat oleh Allah kita hanyalah
manusia yang wajib melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangan Allah.
4.
Sujud kata
kuncinya yaitu masjid (maaf, sinar, jiwa dan raga) do’anya yaitu “ maafkan
dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku. Sinarilah hati, lidah, mata, dan
telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridlai. Jiwa dan ragaku dalam
kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup- mati, sehat- sakit, kaya- miskin dan semua
persoalan kepada- Mu.”
Ketika sujud sebenarnya kita bisa
mencurahkan semuanya dan berdo’a kepada Allah. Disini kita meminta maaf atas
segala dosa yang telah diperbuat. Karena manusia pasti mempunyai kesalahan
meskipun dia sebaik apapun pasti memiliki dosa. Maka dari itu kita harus
memohon ampun kepada Allah.
5.
Duduk antara
dua sujud kata kuncinya yaitu aksi (ampunan, kasih, sejahtera, iman) do’anya
yaitu “Wahai Allah berilah aku ampunan, kasih, sejahtera, dan iman”
Disini juga kita memohon ampunan
atas apa yang telah diperbuat dan meminta kasih kepada Allah karena kepada
siapa lagi kita memohon kasih kalau bukan kepada Allah. Kita juga meminta kesejahteraan
dan kekuatan iman agar selalu dekat dengan Allah.
6.
Tasyahud kata
kuncinya yaitu sosial (sholawat, persaksiaan, tawakal) do’anya yaitu “Sholawat dan
salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaqnya. Aku bersaksi
tiada tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat
pegangan dan penutup hidupku. Aku serahkan hidup- mati, sehat- sakit, kaya-
miskin dan semua persoalan kepada- Mu.”
Do’a tersebut tidak boleh diucapkan hanya
direnungkan dalam hati, ketika selesai membaca bacaan sholat. Dengan kita
mengamalkan beberapa do’a tersebut maka kita insyaallah dapat khusuk dan dapat
mengambil manfaat dari sholat. Dan diharapkan sholat dengan kebahagiaan. Tujuan
dari sholat adalah kokohnya mindset tawakal, tumkaninah dan qona’ah sedangkan
kesembuhan, rizki dan sebagainya adalah bonus semata sekalipun itu sangat kita
butuhkan.
Ketika dalam renungan do’a itu tadi kita bisa menyisipkan
masalah-masalah yang tengah dihadapi dengan kita bercerita dan curhat kepada
Allah. Kita juga bisa menyisipkan apa saja nikmat yang telah Allah berikan
kepada kita semua agar kita bersyukur atas apa yang telah Allah beri kepada
kita.
Dengan sholat bahagia juga dapat menyelesaikan
beberapa masalah penyakit. Di dalam sholat banyak sekali manfaat kesembuhan
yang bisa didapatkan. Seperti rukuk, disaat rukuk banyak sekali manfaat
kesembuhan yang didapatkan contohnya mencegah jantung koroner, menjaga
sirkulasi darah ke otak besar, keseimbangan tulang keras dan rawan, memelihara
syaraf tulang sentral, menjaga fungsi otot (rangka), menjaga fungsi otot
(polos), menjaga otot dalam (jantung). Disetiap gerakan sholat semua memiliki
manfaat jika kita dapat melaksanakannya dengan benar tidak asal-asalan. Rukuk itu
seharusnya lurus, biasanya kebanyakan orang mereka tidak benar dalam
melaksanakan rukuk. Padahal jika kita melakukannya dengan benar maka banyak
sekali manfaat yang didapatkan. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa pakar
dalam bidang kesehatan.
