Minggu, 01 Desember 2019

Pendalaman Terapi Shalat Bahagia



Sebelum melakukan training dianjurkan untuk membaca buku 60 menit terapi sholat bahagia yang ditulis Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Training ini sebenarnya dilakukan selama dua hari berturut-turut jika memang belum membaca buku yang dianjurkan tersebut. Sebelum membahas tentang training terapi sholat bahagia saya akan sedikit menjelaskan tentang sang pembicara yaitu Prof Ali Aziz, beliau telah melakukan terapi sholat bahagia di banyak tempat, bukan hanya di Indonesia tetapi di luar Indonesia pula. Beliau menceritakan ketika di Bangladesh training dilakukan selama seminggu karena sehari hanya ruku’ sehari sujud hingga seminggu persis selesai, sehingga hasilnya pun luar biasa. Banyak sekali orang-orang penting yang telah ikut bergabung dan mereka mendalami training ini sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Prof Ali Aziz adalah guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Beliau lahir di Lamongan pada tanggal 9 Juni 1957. Beliau telah berdakwah diberbagai negara di Asia maupun Eropa.
Didalam terapi sholat bahagia ini kita diajarkan bahwa semua masalah itu bisa diatasi dengan sholat. Seberat apapun masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Kita pasti perna mendengar petikan ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya Allah tidak memberi cobaan kepada hambanya diluar batas kemampuannya. Dari sini kita semua diajarkan bagaimana shalat yang baik dan mendapatkan manfaat dari sholat tersebut.
Maksud dari kata pendalaman adalah kita telah membaca buku yang disebutkan tadi kemudian kita dalami atau dipraktekkan. Arti dari terapi adalah cara sholat secara detail, jadi setelah membaca maka kita lebih mendalami bagaimana sholat secara detail itu. Kemudian sholat secara T2Q ( Tumakninah, tawakkal dan qana’ah) sehingga menghasilkan kebahagiaan. Didalam adzan terdapat bacaan حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ  dan  حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ artinya adalah mari kita sholat dan mari menuju kemenangan. Bila diartikan lebih rinci maksudnya adalah mari kita sholat dan mari kita bahagia. Jika mari menuju kemenangan seolah-olah seperti kita sedang dalam perang sehingga lebih cocok untuk kata bahagia. Tidak ada agama yang menyuruh kita untuk menjadi baik kecuali Islam, kita dipanggil untuk melaksanakan sholat sehari 5 kali.
Rencana Allah itu lebih baik dari rencana kita sendiri, meskipun kita diberi sakit oleh Allah pasti ada sesuatu tersendiri yang Allah tulis untuk kebaikan kita. Misalkan ketika sakit kemudian kita pergi ke dokter dan tiba-tiba kita menemukan dompet yang terjatuh di rumah sakit. Setelah menghubungi orang yang memiliki dompet tersebut kemudian kita diberi uang yang nominalnya lumayan. Dari sakit itu tadi Allah hanya memberi skenario untuk kita mendapat rezeki yang tidak diduga-duga.
Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrany “ Barang siapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-Ku maka hendaknya ia segera mencari tuhan selain aku.” Maksud dari hadits tersebut adalah bahwa kita harus mensyukuri apa pun yang telah diberi oleh Allah. Meskipun rencana Allah awalnya membuat kita sedih yakinlah bahwa itu hanyalah skenario untuk kebahagiaan kita sendiri. Ada pula hadits diriwayatkan oleh Abu Ya’la “ Barang siapa tidak beriman pada takdir-Ku enak atau tidak enak, maka Aku tidak akan mengurusinya lagi” maksud nya adalah barang siapa yang tidak menerima takdir Allah maka Allah tidak akan menggurusinya lagi. Tidak menerima takdir itu ialah mengeluh, jadi kita tidak boleh mengeluh terhadap apa yang sudah diberikan oleh Allah. Bentuk dari mengeluh adalah ekspresi tidak menerima takdir Allah. Kalau sedang ada masalah janganlah mengeluh tetapi curhatlah kepada Allah. Karena sebaik-baik tempat curhat adalah Allah. Kita sudah benar jika curhat kepada Allah karena yang bisa mengatasi semua masalah hanyalah Allah SWT. Percuma jika kita curhat ke orang lain, mereka juga tidak bisa merubah takdirmu dan belum tentu masalahmu akan selesai, beda kalau kita curhat kepada Allah. Kita hidup harus berani menghadapi masalah.
Do’a itu belum tentu dikabulkan langsung bisa saja kita berdo’a sekarang tetapi dikabulkan tahun depan. Ibarat ketika masih kecil kita minta sepeda motor kepada ayah kita, pasti ayah tidak mengizinkan karena belum saatnya kita memiliki sepeda motor dan anak kecil belum boleh untuk mengendarainya. Seperti halnya doa kita, Allah mengabulkan doa kita 5 tahun lagi itu karena Allah yang tau kapan waktu yang pas untuk kita menerima permintaan tersebut.
Setiap orang pasti punya masalah yang besar, semua masalah itu bisa diselesaikan atau bisa diatasi dengan kita berdo’a dan meminta kepada Allah. Sebesar apapun masalah yang dihadapi bisa kita ubah dengan cara mengubah mindset terlebih dahulu. Anggap saja semua masalah itu adalah awal dari kebahagiaan, ini hanyalah proses saja dan nikmatilah. Masalah hidup itu memang berat tapi kalau kita punya mindset seperti saya yakin Ya Allah ini masih koma belum berakhir, saya yakin Ya Allah suatu saat berubah. Jika seperti ini maka akan ringan dari pada Ya Allah berat sekali Ya Allah. Jadi berlatihlah untuk berfikir positif dalam segala hal meskipun kita diberi masalah maka berfikir positiflah bahwa semua akan berakhir indah. Happy saja menghadapi masalah.   
Ketika sholat yang kita lakukan adalah berdiri, rukuk, I’tidal, sujud, duduk dan tasyahud. Di dalam terapi sholat bahagia ada beberapa doa yang bisa diringkas yaitu subhan, turut, hadir, masjid, aksi dan sosial. Maksudnya adalah berdiri subhan, rukuk turut, I’tidal hadir, duduk masjid, dan tasyahud sosial. Lebih rincinya yaitu
1.      Berdiri kata kuncinya yaitu subhan (Syukur, bimbingan, ketahanan iman) do’anya yaitu “Wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmat-Mu, Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap dijalan yang benar, Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan murka-Mu.”
Disini kita dianjurkan untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita semua, banyak sekali nikmat yang telah Allah berikan kepada kita tetapi kita tidak sadar dan hanya memikirkan yang jauh dari kebahagiaan kita. Seperti kita makan, terkadang manusia tidak sadar diluar sana banyak yang mereka harus berjuang terlebih dahulu sebelum mendapatkan makanan. Kita yang hidupnya serba ada malah mensia-siakan itu semua. Itulah bagian dari tidak bersyukurnya kita. Yang kedua adalah bimbingan, didalam bimbingan ini kita meminta kepada Allah agar senantiasa tidak melupakan Allah dan selalu pada jalan benar. Terkadang sebagian orang jika sudah dalam keadaan yang bahagia sering kali lupa kepada Allah. Dari sini kita dianjurkan agar selalu mengingat Allah, padahal yang memberikan kita nikmat adalah Allah semata maka seharusnya kita juga kembali berterimah kasih kepada Allah. Yang ketiga adalah ketahanan iman, susah sekali untuk kita mempertahankan iman. Syetan ada dimana-mana dan dengan ini kita harus bisa melawat godaan dari syetan. Kita harus bisa menahan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan.
2.      Rukuk kata kuncinya yaitu turut (tunduk, menurut) do’anya yaitu “ Wahai Allah aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup- mati, sehat- sakit, kaya- miskin, dan semua persoalan kepada-Mu. Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku. “
Kita sebagai hamba Allah harus senantiasa tunduk kepada kehendak Allah, seperti yang sudah saya sampaikan tadi bahwa kita harus menerima segala sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah, Allah pasti memberi yang terbaik untuk kita semua maka dari itu kita harus patuh dan tunduk kepada sang ilahi. Kemudian menurut yaitu kita harus nurut apa saja perintah dari Allah karena kita ini hidup hanya untuk menerima perintah dari Allah. Apa saja yang dianjurkan maka kerjakanlah dan apa saja yang dilarang maka tinggalkanlah.
3.      I’tidal kata kuncinya yaitu hadir ( hak pujian, takdir) do’anya yaitu “ hanya engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia. Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku ridla dan ikhlas menerimanya.”
Disini kita diajarkan untuk selalu memuji Allah karena bagaimana pun hanya Allah yang berhak dipuji dan disembah. Semua ini adalah takdir dari Allah dan skenario yang dibuat oleh Allah kita hanyalah manusia yang wajib melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangan Allah.
4.      Sujud kata kuncinya yaitu masjid (maaf, sinar, jiwa dan raga) do’anya yaitu “ maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku. Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridlai. Jiwa dan ragaku dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup- mati, sehat- sakit, kaya- miskin dan semua persoalan kepada- Mu.”
Ketika sujud sebenarnya kita bisa mencurahkan semuanya dan berdo’a kepada Allah. Disini kita meminta maaf atas segala dosa yang telah diperbuat. Karena manusia pasti mempunyai kesalahan meskipun dia sebaik apapun pasti memiliki dosa. Maka dari itu kita harus memohon ampun kepada Allah.
5.      Duduk antara dua sujud kata kuncinya yaitu aksi (ampunan, kasih, sejahtera, iman) do’anya yaitu “Wahai Allah berilah aku ampunan, kasih, sejahtera, dan iman”
Disini juga kita memohon ampunan atas apa yang telah diperbuat dan meminta kasih kepada Allah karena kepada siapa lagi kita memohon kasih kalau bukan kepada Allah. Kita juga meminta kesejahteraan dan kekuatan iman agar selalu dekat dengan Allah.  
6.      Tasyahud kata kuncinya yaitu sosial (sholawat, persaksiaan, tawakal) do’anya yaitu “Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaqnya. Aku bersaksi tiada tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah utusan-Mu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku. Aku serahkan hidup- mati, sehat- sakit, kaya- miskin dan semua persoalan kepada- Mu.”
Do’a tersebut tidak boleh diucapkan hanya direnungkan dalam hati, ketika selesai membaca bacaan sholat. Dengan kita mengamalkan beberapa do’a tersebut maka kita insyaallah dapat khusuk dan dapat mengambil manfaat dari sholat. Dan diharapkan sholat dengan kebahagiaan. Tujuan dari sholat adalah kokohnya mindset tawakal, tumkaninah dan qona’ah sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya adalah bonus semata sekalipun itu sangat kita butuhkan.
Ketika dalam renungan do’a itu tadi kita bisa menyisipkan masalah-masalah yang tengah dihadapi dengan kita bercerita dan curhat kepada Allah. Kita juga bisa menyisipkan apa saja nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua agar kita bersyukur atas apa yang telah Allah beri kepada kita.
Dengan sholat bahagia juga dapat menyelesaikan beberapa masalah penyakit. Di dalam sholat banyak sekali manfaat kesembuhan yang bisa didapatkan. Seperti rukuk, disaat rukuk banyak sekali manfaat kesembuhan yang didapatkan contohnya mencegah jantung koroner, menjaga sirkulasi darah ke otak besar, keseimbangan tulang keras dan rawan, memelihara syaraf tulang sentral, menjaga fungsi otot (rangka), menjaga fungsi otot (polos), menjaga otot dalam (jantung). Disetiap gerakan sholat semua memiliki manfaat jika kita dapat melaksanakannya dengan benar tidak asal-asalan. Rukuk itu seharusnya lurus, biasanya kebanyakan orang mereka tidak benar dalam melaksanakan rukuk. Padahal jika kita melakukannya dengan benar maka banyak sekali manfaat yang didapatkan. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa pakar dalam bidang kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar